A new baby is like the beginning of all things – wonder, hope, a dream of possibilities. Eda J. Le Shan
Ehm….mulai dari mana yah, bingung. Saya dan istri married tanggal 8 Agustus 2010. Buat saya yang sudah mulai masuk usia kepala 3, pastilah pengen cepet punya momongan. Orang-orang sih pada ngomong dah mending nikmatin dulu berdua, jangan punya anak dulu minimal 6 bulan atau setahun. Tapi buat saya sih cukup ah, hehehe takut keburu tua. Kasian tar anak masih muda, bapanya dah keburu tua atau mungkin keburu ga ada (*idih amit-amit* hehehe). Ga sempet bisa liat anak berhasil dalam hidupnya, married n punya cucu. Hehehe jauh amit mikirnya yah.
Yah akhirnya kami memutuskan untuk ga “dijaga-jaga”, tancap bleh. Hihihi. Ditunggu-tunggu bulan pertama eh….mens, gagal deh. Coba lagi, cetak goal lagi…..eh mens lagi. Duh kok susah yah. Ga gampang ternyata, hehehe. Akhirnya di periode ke-tiga coba diprogram deh, sistem kalender cari masa subur. Diitung-itung tgl 12 Oktober pucak-puncaknya. Dah dijadwal kayak meeting aja, hehehe sampe pakai reminder di BB coba. Dibuat selang 1 hari di sekitar tanggal tersebut. Eh dah dijadwal tapi tidak seperti yang direncanakan, cuma berapa kali – ga sampe 2/3 kali – banyak halangan ditambah saya sakit selama 1 minggu lebih (ga tau sakit apa, tau-tau sembuh sendiri). Dah deh putus harapan ga mungkin bulan ini sih, jadi dah ga dipikirin deh. Lewat lah periode ini mah.
Deket-deket ke tanggal 28 Oktober, hari pertama harusnya istri saya mens, dia ngomong ga mungkin Ko da udah kerasa nih bakal mens, udah kerasa badannya. Masuk tanggal 28 Oktober, eng…ing…eng lho kok ga mens yah. Ah mungkin telat….da 2 periode sebelumnya pernah tiba-tiba maju beberapa hari. Masuk tanggal 29-30 lho kok bener-bener ga mens yah. Wah wah wah jadi dag dig dug nih hati ga karuan. Apa beneran jadi gitu? Rasanya ga mungkin, kesempatan terjadinya pembuahan sedikit banget.

Hasil Test Pack
Akhirnya coba deh beli test pack. Tgl 31 Oktober pagi-pagi sambil deg deg an, ditampunglah tuh urine trus coba deh dicelupin test pack itu. Jreng….jreng….ada dua garis, 1 garis tebal, 1 garis tipis. Saya pernah baca n denger yg penting keluar garis, mau tebal atau tipis pasti POSITIF……
YESSSSSS……….seneng banget. Akhirnya berhasil. Hahaha. Sampe pengen nangis begitu tau bahwa postitif.

Hasil Test Lab
Untuk memastikan bahwa benar-benar positif, kita ke lab tanggal 1 November dengan bawa urine pagi-pagi. Cuma tunggu 15 menit hasilnya keluar juga, POSITIF boooo………
Siap-siap deh pilih dokter, tanya sana sini mana dokter yang bagus. Pilihan kita sih yang penting dokter tuh bisa diajak ngobrol dan informatif. Males banget kalo sampe ketemu dokter yang judes. Jangan sampe mau konsultasi malah jadi kepahitan. Hahaha. Akhirnya kita memutuskan untuk coba ke dr. Robert di Rumah Sakit Sentosa. Telepon dan bikin janji untuk tanggal 2 November pagi, kebagian nomor 17 kalo ga salah.

USG Transvaginal 2/11
Tanggal 2 kita pergi ke Sentosa bawa hasil test lab. Masuk ke ruang praktek, ditanya sedikit trus akhirnya suruh cek “dalam” (USG transvaginal). Pengalaman pertama kali ke dokter kandungan bikin saya cakiit peyuuuttt, hehehe. Malah saya yang tegang. Cek dalam di-USG kata dokter kurang bagus. Kantung kehamilannya kurang sempurna, agak kotak, seharusnya bulat. Rawan akan keguguran. Hal ini terjadi karena sperma atau sel telur atau mungkin kedua2nya kurang bagus jadi menghasilkan kantung seperti itu. Dokter hanya menyarankan jangan terlalu capai, dikasih obat penguat kandungan. Dokter bilang kalau Si Embryo bisa survive, dia akan tumbuh dengan sendirinya dan kantungnya akan sempurna tapi kalau tidak, akan luruh sendiri atau tidak akan berkembang sama sekali. Kami disuruh kembali 2 minggu lagi, tgl 16 November. Tapi kalau sampai ada pendarahan harus langsung datang ke rumah sakit. Istri cukup shock mendengar hal ini, tapi saya sendiri aneh…..ga ada takut apa-apa, rasanya kok seperti damai sejahtera, ga ada yang perlu dikuatirkan. Dalam hati saya percaya yang terbaik yang akan Tuhan kasih. Begitu keluar ruang dokter, istri saya nangis sedih. Kasiaaaaannnn banget. Shock banget dia denger vonis dari dokter seperti itu. Saya berusaha untuk menenangkan istri saya dengan bilang bahwa kita akan cari second opinion, percaya bahwa yang terbaik yang Tuhan kasih. Obat penguat kandungan dibeli. Terus kita mulai cari-cari mau minta pendapat dokter siapa nih.

USG Transvaginal 3/11
Akhirnya kita memutuskan untuk coba minta saran dari dr. Tono di Hermina. Tgl 3 pergilah kita ke Hermina. Ngantri n akhirnya masuk ke ruang praktek. Tanya ini itu, USG dalam lagi…..dan hasilnya lho kok beda yah. Kata dr. Tono bagus, ga ada masalah. Bagus perkembangannya. Sampai aneh kita, kok bisa yah hanya dalam 1 hari. Malam sebelumnya memang kita berdoa minta Tuhan berikan yang terbaik untuk calon anak kami. Kami juga minta dukungan doa dari temen2 lain. Yah kami percaya ini adalah hasil karya tangan Tuhan. Mujizat terjadi. Tapi kami memutuskan untuk tetap pakai obat yang dikasih dr. Robert.
Berjalannya waktu sampai tanggal 11 malam kami percaya bahwa semua baik-baik saja. Tapi tiba-tiba setelah melakukan “aktivitas suami istri tanpa hubungan” hehehe, kok keluar flek sedikit. Trus pagi flek coklat agak banyak. Istri ketakutan, saya pun agak was was ada apa dengan calon anak kami. Kami sempat mengira bahwa aktivitas yang kami lakukan semalam membuat sesuatu terjadi dengan calon anak kami di dalam. Akhirnya istri saya sms dr, Robert dan disuruh langsung ke Sentosa. Hari itu dr. Robert ada

USG Transvaginal 12/11
persalinan dan operasi, jadi bayangkan menunggu hampir 4 jam di rumah sakit dengan perasaan was was. Akhirnya dokternya beres jam 1 siang, kami diberi nomor 1 yang seharusnya nomor 7 karena darurat, dicek dalam lagi. Dan voillaaaaaa……ternyata dokter bilang jadi bagus nih. Ada perkembangan bagus. Flek bukan masalah apa-apa, itu hanya darah yang disekitar kantung kehamilan keluar turun ke bawah. Ga masalah. Perkembangan kantungnya bagus dan Embryo sudah terlihat. Pujiiiiiiii TUHAN. Akhirnya dua dokter punya pendapat yang sama. Akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan dengan dokter Robert karena alasan lebih nyaman dalam berkomunikasi. Istri saya disuruh test darah. Dan balik lagi tanggal 16 sesuai jadwal 2 minggu yang lalu. Hati bahagia banget, tau bahwa semua baik-baik aja. Tes darah n kemudian tgl 16 kita balik lagi. Tadinya dicoba USG luar, eh ga keliatan, jadi USG dalam lagi. Dan hasilnya

USG Transvaginal 16/11
detak jantung anak kami sudah terdengar, cetuk….cetuk….cetuk….cetuk… Suara awal kehidupan bagaikan suara malaikan surga yang membuat hati damai sejahtera banget. Senang dan bahagia kalau semua baik-baik saja. Dokter juga memberikan ucapan selamat. Inilah yang dicari, detak jantungnya katanya. Nah liat tuh foto USG-nya yang ditengah itu adalah anak kami. Kelihatan seperti orang yang sedang sujud berdoa. Duh seneng banget, saya percaya anak kami akan menjadi anak yang luar biasa. Dari pembentukkannya saja sudah diuji harus bisa survive dengan kondisi yang kurang baik. Akhirnya dia mampu untuk survive dan berkembang dengan sempurna. Saya percaya dia akan menjadi anak yang tangguh, yang tau akan visi dan panggilan hidupnya. Saya percaya dia akan menjadi orang yang dapat memberikan perubahan bagi bangsa Indonesia, akan memberikan pengaruh besar buat negara Indonesia dan akan membawa banyak jiwa-jiwa kepada Tuhan. Amin.
Masih panjang perjalanan dan perjuangan anak kami sebelum dilahirkan, dan saya percaya Tuhan akan selalu menjaga dan turut campur dalam setiap tumbuh kembang di dalam kandungan istri saya sampai dia hadir ke dunia 7,5 bulan ke depan.
My child, this is your daddy and daddy really loves you. Really really loves you. Daddy has a great hope for you as daddy has created this blog with slogan “Fulfilling the Higher Calling”. And that is what Daddy wants you to do and become.
“KETIKA TUHAN MEMINJAMKAN ANAK-ANAK DI HIDUP KITA DIA HANYA MINTA KITA MENUNJUKKAN JALAN PULANG YANG BENAR”