<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kisah Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://www.kisahkehidupan.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kisahkehidupan.com</link>
	<description>Our Journey of Life in Fulfilling The Higher Calling</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 08:26:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Menikah = Bunuh Diri ?</title>
		<link>http://www.kisahkehidupan.com/?p=50</link>
		<comments>http://www.kisahkehidupan.com/?p=50#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Dec 2010 16:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life's Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kisahkehidupan.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Malem ini saya mau share soal statement di atas. Saya sih setuju banget. Hehehe. Baru dibahas kemaren pas kumpul sama Ko Nico n Budi. Anak muda yang belum married punya gambaran yang kurang tepat tentang pernikahan. Saya yakin da hampir &#8230;<span class="more-link"><a href="http://www.kisahkehidupan.com/?p=50"><span class="button">Continue reading &#8594;</span></a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malem ini saya mau share soal statement di atas. Saya sih setuju banget. Hehehe. Baru dibahas kemaren pas kumpul sama Ko Nico n Budi. Anak muda yang belum married punya gambaran yang kurang tepat tentang pernikahan. Saya yakin da hampir semua anak muda pasti mengira married tuh menyenangkan, bahagia, asyik, dan lain-lain sebagainya yang enak-enak pokoknya. Hahaha. Ga semuanya betul dan ga semuanya salah juga sih. Tapi yang pasti nih mau bagi pengalaman yang sudah married 4 bulan. Garis bawahi yah guys <strong>4 bulan</strong> lho. SALAH BESAR kalau kalian anggap married tuh adanya seneng-seneng melulu, survei membuktikan masa bulan madu maksimal 6 bulan, hahaha. Sesudahnya tinggal pilih mau surga di bumi atau neraka di bumi. Untuk orang-orang yang sudah terbiasa hidup bebas, inilah saatnya tali kekang dipasang. Hehehe. Ga bisa sebebas dulu Bro&#8230;.ingat itu. Segala-segala harus minta izin sama istri dulu. Semua hal kudu disepakati dulu. Kalau dulu mau pergi maen tinggal pleng&#8230;.pergi, mau hang out sama temen tinggal pleng&#8230;..pergi. Nanti kalau udah punya istri, wah kalau ga dipunggungin semaleman, yah diasemin deh seharian.</p>
<p>Menikah bukan untuk mengambil dan menerima kenikmatan, kesenangan, kebahagiaan, dll. Justru menikah tuh memberi lho. Memberi, melayani, mengasihi, dan berkorban. Kekuatan cowo sebetulnya di mengasihi. Jelas sekali di alkitab dikatakan &#8220;Hai suami kasihilah istrimu&#8230;..&#8221;. Mau seperti apapun istri kamu itu nantinya, kamu harus tetap mengasihi. Saya sadar banget kemaren pas Ko Nico ngomong hal itu. Wah ternyata jadi cowo juga ga gampang, harus bisa mengasihi dengan tanpa syarat. Mau istri nanti menyebalkan, bete2an, sensitif, kita harus masih bisa mengasihi. Nah lho bisa ga?</p>
<p>Bakal kerasa da Bro, hidup bersama, setiap saat ketemu, setiap saat ngelihat muka istri, mau lagi seneng, lagi sedih, lagi menyenangkan, lagi menyebalkan, semua harus dihadapi tuh. Dibutuhkan kesabaran tingkat dewa untuk bisa jalaninnya. Hehehe. Terus terang kalau secara sendiri mah ga sanggup da. Pengennya meledak, marah, kesel, maki-maki, dll. Hanya kasih karunia yang sanggup bikin kita memiliki kesabaran dan kasih tanpa syarat itu.</p>
<p>Setelah menikah, kita harus bunuh setiap ego kita. Dah ga boleh ada tuh yang namanya ego. Dan itu susah bener Bro. Karena apa sih yang membuat suami istri ribut, biasanya kalau sudah emosi dan ribut, bukan ngeributin pokok masalahnya, yang diributin teh ego masing-masing. Gue bener elu salah. Bener kan? Coba deh direnungin.</p>
<p>Kalau yang namanya sudah hidup bersama, semua mulai keliahatan dari yang jelek sampe yang buruk. Hahaha. Yah dinikmati jadi bumbu-bumbu dalam kehidupan yah.</p>
<p>Dibalik semua itu banyak juga kok bahagia dan senengnya. Ada yang ngelonin, ada yang ngehibur, ada yang nyiapin makanan, ada yang sayang-sayang, ada yang pelukin, dll. Mau ambil keputusan bisa rundingan, melakukan seuatu dibantu dengan pemikiran dari dua kepala, so pasti jauh lebih baik daripada kita mikir sendiri kan. Hehehe dan banyak lagi.</p>
<p>So Bro persiapkan dirimu dari sebelum married, ingat kasih itu bukan soal perasaan karena perasaan bisa hilang disaat kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan dari pasangan kita. Tapi kasih itu keputusan dan komitment yang harus dijalani setiap saat, walaupun bagaimanapun meskipun dan pun pun pun lainnya. Dan terus terang saya pun masih belajar untuk itu. Sudah habis masa honeymoon-nya. Mulai masuk ke kehidupan pernikahan yang normal (itu kata Ko Dudung). Hahaha.</p>
<p>Yah pokoknya hidup ga pernah luput dari masalah, tinggal bagaimana reaksi kita. Kita punya waktu sepersekian detik untuk menentukan apa reaksi kita setelah kita mengalami sesuatu. Periode ituadalah golden moment yang akan menentukan apa yang akan terjadi kemudian. Sepersekian detik yang berharga yang akan menentukan apakah kehidupan rumah tangga kita akan menjadi neraka atau surga&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kisahkehidupan.com/?feed=rss2&#038;p=50</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Goodbye Brother&#8217;s Keepers Community</title>
		<link>http://www.kisahkehidupan.com/?p=40</link>
		<comments>http://www.kisahkehidupan.com/?p=40#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 09:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kisahkehidupan.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Fiuuhh ga kerasa sudah 3 tahun saya gabung dengan komunitas yang separuh waktu kumpul-kumpulnya selalu di rumah saya. Kemarin hari Kamis 25/11 personil yang datang hanya tinggal 5 orang. Padahal waktu booming komunitas kita sampai puluhan orang, apalagi pas ada &#8230;<span class="more-link"><a href="http://www.kisahkehidupan.com/?p=40"><span class="button">Continue reading &#8594;</span></a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fiuuhh ga kerasa sudah 3 tahun saya gabung dengan komunitas yang separuh waktu kumpul-kumpulnya selalu di rumah saya. Kemarin hari Kamis 25/11 personil yang datang hanya tinggal 5 orang. Padahal waktu booming komunitas kita sampai puluhan orang, apalagi pas ada pembicara dari luar bisa sampai 50 orang lebih, sampai penuh ruang tamu, malah sampai ke deket dapur n ke deket teras segala. Hehehe&#8230;.. Akhirnya kemaren malem kita ber-5 kumpul dan diskusi tentang apa yang akan kita kerjakan untuk komunitas ini yang kelihatannya mulai perlu dibenahi. Dan kesimpulan kami adalah bahwa kebutuhan komunitas dan personilnya sudah bergeser. Sudah saatnya GO UP TO ANOTHER LEVEL &#8211; itu istilah saya.</p>
<p>Kalau mau flashback apa yang pernah dialami sama komunitas dan personil yang ada di dalamnya, waaaah pengen nangis rasanya, terharu. Apa yang pernah kita-kita alami dan jalani bareng-bareng. Ehm&#8230;.cerita dari awal yah.</p>
<p>Komunitas ini dibentuk atas inisiatif 4 orang yaitu : Ko Dudung, Ko Davit, Ko Nico, dan Bang Valdez. Aktor utama dibalik komunitas ini adalah Ko Dudung dan Ko Davit. Mereka berpikir bahwa anak-anak muda terutama pria-pria yang baru saja dipulihkan di camp pria sejati single CMN butuh wadah untuk bisa saling menguatkan, saling support dan dukung. Suatu wadah yang tidak menghakimi, dimana semua orang yang di dalamnya bisa saling terbuka satu sama lain tanpa takut ditolak. Tempat di mana pria-pria bisa curhat tentang yang jadi pergumulan mereka, berjuang sama-sama untuk bangkit dari keterpurukan, dosa, dan lain-lain. Ohyah nama awal komunitas ini sih dulu KOMPAS (Komunitas Pria Sejati) hehehehe&#8230;. Base camp kita tuh di rumah brother kita Alvin, di Jl. Samsudin. Antusiasme pria-pria untuk datang cukup bagus, cukup rutin kita berfellowship, curhat saling mendoakan, nangis bareng-bareng, ketawa bareng-bareng. Hehehe.</p>
<p>Berjalan beberapa waktu, Ko Dudung mulai berpikir kayanya wanita-wanita yang tergabung dalam camp Wanita Bijak juga sepertinya butuh komunitas. Pada saat itu mereka belum ada wadah seperti ini, begitu beres camp yaaaah sudah beres. Tinggal inisiatif fasilitator apa mau tetep kontak dengan anak2nya atau ga. Yaah akhirnya diundang deh beberapa pentolan dari WB untuk mulai gabung dengan komunitas kita pria-pria. Inget dulu kita pernah mengadakan Gathering CMN dan WB, hahaha. Kalau inget jaman-jaman itu asyik banget, banyak muncul konflik antara pria dan wanita, hihihi lucu lah. Sampai ada beberapa dari pria yang dicap &#8216;kurang baik&#8217; oleh petinggi-petinggi WB. Wkwkwk.</p>
<p>Saya ga inget waktu itu kenapa jadi pindah ke rumah saya. Kalau ga salah saya menawarkan untuk memakai rumah saya sebagai tempat untuk kumpul-kumpul mingguan. Kapan mulainya dah ga inget. Ohyah sempet kita pinjem tempat di gereja-gereja ngundang pembicara-pembicara. Hehehe. Trus akhirnya pindah ke rumah saya. Namanya juga diubah jadi Brother&#8217;s Keepers Community. Sampai ada jadwal acara, amplop, dll. Hehehe.</p>
<p>Nah mulailah kejayaannya komunitas ini, orang-orang yang datang makin lama makin banyak. Dari yang tadinya eks CMN dan WB, mulai gabung-gabung orang-orang yang tidak dikenal, wkwkwk. Tiap orang mulai bawa teman. Membludaklah tuh komunitas. Stiap pertemuan selalu ada orang baru, waaah asyyyiikkkk bangetlah waktu itu. Sampai pusing sendiri ini orang-orang kok pada datang sendiri. Magnetnya kuat banget kayanya. Hehehe. Kita sharing&#8230;..doa&#8230;.pujian&#8230;penyembahan. Antusias banget jalaninnya. Datang &#8211; makan &#8211; perkenalan &#8211; pujian &#8211; sharing + kesaksian. Orang-orang kaya yang berlomba-lomba untuk datang. Kita ngadain event ke panti asuhan, kumpul2 dana untuk bencana alam, kompak banget lah.</p>
<p>Tapi seperti roda, ada saat di atas ada saat di bawah. Ga tau lambat laun orang-orang mulai berpergian. Personilnya mulai berkurang dan sampai puncaknya 2 bulan terakhir, tinggal beberapa orang saja yang masih setia SAMPAI AKHIR.</p>
<p>Buat saya pribadi banyak kenangan yang ga mungkin dilupain. Brokeep sudah jadi bagian dari hidup saya. Melalui komunitas inilah Tuhan bekerja memulihkan hidup saya yang tadinya ancur belum berantakan sih. Untung belum sampai berantakan, hehehe, baru akan menuju berantakan. Untung keburu diselamatkan dari lumpur dosa. Hihihi. Orang-orang yang ada punya bagian tersendiri dalam menyentuh hidup dan hati saya&#8230;&#8230;.*jadi pengen nangis*&#8230;&#8230;&#8230;Saya ketemu istri pun di komunitas ini. Hidup saya bertumbuh di komunitas ini. Buat saya komunitas ini adalah hidup saya. Ga tau apa yang akan terjadi kalau saya ga ketemu sama komunitas ini.</p>
<p>Banyak intrik-intrik yang terjadi di komunitas Brokeep ini, dari masalah percintaan, kejar-mengejar, patah hati, konflik, perpecahan, sampai masalah perjodohan. Hehehe. Saya salah satunya yang berhasil sampai ke tahap married. Ohyah masalah perselingkuhan, affair, waaaah pokoknya komplit deh. Mata saya terbuka di saat saya ada di komunitas ini bahwa kenyataan dunia sudah parah bin kacau.</p>
<p>Beberapa dari kami go on with our life, go up one level in life, get married. Nah inilah yang jadi pemicu dari mulai menurunnya komunitas ini. Tapi pendapat saya bukan turun tapi justru sudah saatnya berubah bentuk. Sudah saatnya komunitas ini berevolusi atau lebih tepatnya bermetamorfosis menjadi sesuatu yang lebih baik. Komunitas yang ada sudah tidak menjadi jawaban dari kebutuhan setiap personilnya yang setia karena mereka-mereka sudah naek level, sudah go up another level in life jadi kebutuhan mereka pun udah berbeda. Termasuk saya di dalamnya. Dan akhirnya kita memutuskan&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: center;">SELAMAT TINGGAL KOMUNITAS BROTHER&#8217;S KEEPERS, KAU AKAN SELALU ADA DI HATI KAMI KARENA KAULAH BAGIAN DARI HIDUP KAMI, KENANGAN KAMI, HARAPAN KAMI, DAN IMPIAN KAMI.</p>
<p style="text-align: center;">KAMI HARUS MELANJUTKAN HIDUP, SEGALA SESUATU HARUS BERLANJUT, SEGALA SESUATU HARUS ADA PROGRESS, KARENA TANPA PROGRESS SAMA DENGAN KEMATIAN.</p>
<p style="text-align: center;">GOODBYE BROTHER&#8217;S KEEPERS COMMUNITY</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kisahkehidupan.com/?feed=rss2&#038;p=40</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Morning Sickness</title>
		<link>http://www.kisahkehidupan.com/?p=34</link>
		<comments>http://www.kisahkehidupan.com/?p=34#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2010 14:54:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life's Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kisahkehidupan.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Ga kerasa minggu ini umur si dede udah sampe 7 minggu. Masih a long way to go untuk jadi daddy nih. Ga kebayang hehehe. Kalau boleh saya flashback apa yang saya alami di belakang, sepertinya semua ini ga mungkin terjadi. &#8230;<span class="more-link"><a href="http://www.kisahkehidupan.com/?p=34"><span class="button">Continue reading &#8594;</span></a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ga kerasa minggu ini umur si dede udah sampe 7 minggu. Masih a long way to go untuk jadi daddy nih. Ga kebayang hehehe. Kalau boleh saya flashback apa yang saya alami di belakang, sepertinya semua ini ga mungkin terjadi. Untuk bisa pacaran aja sepertinya mustahil apalagi married and punya baby. Semua hanya karena anugerah, ga ada lagi. Hanya karena anugerah. Thank u Jesus for everything. For a beautiful and cute wife. Love you honey. Thank you for my family, my best friend, everything thay I have today. Thank you Lord&#8230;..</p>
<p>Ini gambaran si dede umur 7 minggu.</p>
<p><img class="alignright" style="border: 0pt none;" usemap="#rollover_Map" src="http://www.babycenter.com/i/m/stages/popups/07/index.jpg" border="0" alt="Baby, fetus at 7 weeks - BabyCenter" width="300" height="288" /></p>
<h3><strong>How your baby&#8217;s growing:</strong></h3>
<p>The big news this  week: Hands and feet are emerging from developing arms and legs —  although they look more like paddles at</p>
<p>this point than the tiny, pudgy  extremities you&#8217;re daydreaming about holding and tickling. Technically,  your baby is still considered an embryo and has something of a small  tail, which is an extension of her tailbone. The tail will disappear  within a few weeks, but that&#8217;s the only thing getting smaller. Your baby  has doubled in size since last week and now measures half an inch long,  <a href="http://www.babycenter.com/slideshow-baby-size?slideNumber=5">about the size of a blueberry</a>.</p>
<p>If you could <a href="http://www.babycenter.com/fetal-development-images-7-weeks">see inside your womb</a>,  you&#8217;d spot eyelid folds partially covering her peepers, which already  have some color, as well</p>
<p>as the tip of her nose and tiny veins beneath  parchment-thin skin. Both hemispheres of your baby&#8217;s brain are growing,  and her liver is churning out red blood cells until her bone marrow  forms and takes over this role. She also has an appendix and a pancreas,  which will eventually produce the hormone insulin to aid in digestion. A  loop in your baby&#8217;s growing intestines is bulging into her umbilical  cord, which now has distinct blood vessels to carry oxygen and nutrients  to and from her tiny body.</p>
<p>Cuma kasian euy istriku mulai mual-mual. Hari ini mualnya parah banget sampe dah makan keluar lagi. Duh bingung harus diapain yah supaya bisa meringankan. Kalo dipikir-pikir memang bener cewe tuh kasian, tiap bulan harus ngerasain apa yang namanya sakit datang bulan, trus sesudah married ga semua wanita bisa menikmati hubungan seks, terutama malam pertama &#8211; sakit banget, terus ga semua wanita bisa merasakan apa yang namanya orgasme, masa hamil harus direpotkan dengan banyak hal seperti morning sickness-varises-banyak hal lah, belum ditambah lagi sakit melahirkan. Walaaaahh cowo tuh ga ada apa-apanya. Bener-bener apa yang disebut di alkitab tentang cewe itu penolong cowo teh bener pisan.</p>
<p>Yang cowo tau cuma enaknya doank, ga harus ngalamin sakit tiap bulan, yang ada malah mimpi basah bukannya sakit tapi enak, hahaha. Terus hubungan seks, cowo mah pasti bisa selalu sampe orgasme sampe puas. Ga usah ngerasain ga enaknya hamil dan sakitnya melahirkan. Makanya cowo-cowo harus respect sama cewe. Bener-bener harus mengasihi cewe. Coba aja bayangin kalau kita cowo-cowo yang harus mengalami semua itu. Saya percaya da, kalau kita bisa ambil waktu untuk merenungkan semua ini, semua cowo akan menghormati cewe. Bukan menjadikannya objek seks. Ga akan ga menghormati cewe dengan mengajak/memaksa hubungan seks sebelum married. Duh, bener-bener harus bertobat nih para cowo, kalian akan tau ga gampang jadi cewe setelah kalian menikah dan hidup sama istri kalian sehari-hari. So cowo-cowo ayoooo sayangi dan hormati pasangan kalian&#8230;&#8230;.</p>
<p>Sip deh itu aja ah utk hari ini. Dah jam 10 lebih, blum begitu ngantuk sih&#8230;. Masih pengen menikmati weekend ini meskipun sendirian soalnya istriku dah bobo. Kasian dari tadi mual-mual terus sampai sakit kepala. Jaid disuruh bobo duluan. Kalau liat mukanya lagi bobo, lucu banget, muka tanpa dosa gitu. Hahaha&#8230;. Padahal kalau lagi marah2an suka kesel. Hehehe.</p>
<p>Nah ini tips nih untuk pasangan suami istri. Kalau lagi marahan, liat deh wajah pasangan kita pas lagi bobo. Suka jadi kasian&#8230;.. n reda sendiri emosi kita. Hehehe. Ok deh, mau nonton HULK ah di TransTV menggantikan Harpot yang batal nonton demi istri tercinta. Nite&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kisahkehidupan.com/?feed=rss2&#038;p=34</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It begins with one thing called LOVE</title>
		<link>http://www.kisahkehidupan.com/?p=18</link>
		<comments>http://www.kisahkehidupan.com/?p=18#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2010 14:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life's Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kisahkehidupan.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[A new baby is like the beginning of all things &#8211; wonder, hope, a dream of possibilities. Eda J. Le Shan Ehm&#8230;.mulai dari mana yah, bingung. Saya dan istri married tanggal 8 Agustus 2010. Buat saya yang sudah mulai masuk &#8230;<span class="more-link"><a href="http://www.kisahkehidupan.com/?p=18"><span class="button">Continue reading &#8594;</span></a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A new baby is like the beginning of all things &#8211; wonder,                      hope, a dream of possibilities. <strong>Eda J. Le Shan</strong></p>
<p><a href="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/A2Y4776.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-29" style="margin: 1px 5px;" title="_A2Y4776" src="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/A2Y4776-300x200.jpg" alt="" width="180" height="120" /></a>Ehm&#8230;.mulai dari mana yah, bingung. Saya dan istri married tanggal 8 Agustus 2010. Buat saya yang sudah mulai masuk usia kepala 3, pastilah pengen cepet punya momongan. Orang-orang sih pada ngomong dah mending nikmatin dulu berdua, jangan punya anak dulu minimal 6 bulan atau setahun. Tapi buat saya sih cukup ah, hehehe takut keburu tua. Kasian tar anak masih muda, bapanya dah keburu tua atau mungkin keburu ga ada (*idih amit-amit* hehehe). Ga sempet bisa liat anak berhasil dalam hidupnya, married n punya cucu. Hehehe jauh amit mikirnya yah.</p>
<p>Yah akhirnya kami memutuskan untuk ga &#8220;dijaga-jaga&#8221;, tancap bleh. Hihihi. Ditunggu-tunggu bulan pertama eh&#8230;.mens, gagal deh. Coba lagi, cetak goal lagi&#8230;..eh mens lagi. Duh kok susah yah. Ga gampang ternyata, hehehe. Akhirnya di periode ke-tiga coba diprogram deh, sistem kalender cari masa subur. Diitung-itung tgl 12 Oktober pucak-puncaknya. Dah dijadwal kayak meeting aja, hehehe sampe pakai reminder di BB coba. Dibuat selang 1 hari di sekitar tanggal tersebut. Eh dah dijadwal tapi tidak seperti yang direncanakan, cuma berapa kali &#8211; ga sampe 2/3 kali &#8211; banyak halangan ditambah saya sakit selama 1 minggu lebih (ga tau sakit apa, tau-tau sembuh sendiri). Dah deh putus harapan ga mungkin bulan ini sih, jadi dah ga dipikirin deh. Lewat lah periode ini mah.</p>
<p>Deket-deket ke tanggal 28 Oktober, hari pertama harusnya istri saya mens, dia ngomong ga mungkin Ko da udah kerasa nih bakal mens, udah kerasa badannya. Masuk tanggal 28 Oktober, eng&#8230;ing&#8230;eng lho kok ga mens yah. Ah mungkin telat&#8230;.da 2 periode sebelumnya pernah tiba-tiba maju beberapa hari. Masuk tanggal 29-30 lho kok bener-bener ga mens yah. Wah wah wah jadi dag dig dug nih hati ga karuan. Apa beneran jadi gitu? Rasanya ga mungkin, kesempatan terjadinya pembuahan sedikit banget.</p>
<div id="attachment_19" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/IMG_0531.jpg"><img class="size-medium wp-image-19 " title="IMG_0531" src="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/IMG_0531-300x168.jpg" alt="" width="240" height="134" /></a><p class="wp-caption-text">Hasil Test Pack</p></div>
<p>Akhirnya coba deh beli test pack. Tgl 31 Oktober pagi-pagi sambil deg deg an, ditampunglah tuh urine trus coba deh dicelupin test pack itu. Jreng&#8230;.jreng&#8230;.ada dua garis, 1 garis tebal, 1 garis tipis. Saya pernah baca n denger yg penting keluar garis, mau tebal atau tipis pasti POSITIF&#8230;&#8230;</p>
<p>YESSSSSS&#8230;&#8230;&#8230;.seneng banget. Akhirnya berhasil. Hahaha. Sampe pengen nangis begitu tau bahwa postitif.</p>
<div id="attachment_20" class="wp-caption alignright" style="width: 220px"><a href="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/IMG_0581.jpg"><img class="size-medium wp-image-20" title="IMG_0581" src="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/IMG_0581-300x168.jpg" alt="" width="210" height="118" /></a><p class="wp-caption-text">Hasil Test Lab</p></div>
<p>Untuk memastikan bahwa benar-benar positif, kita ke lab tanggal 1 November dengan bawa urine pagi-pagi. Cuma tunggu 15 menit hasilnya keluar juga, POSITIF boooo&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Siap-siap deh pilih dokter, tanya sana sini mana dokter yang bagus. Pilihan kita sih yang penting dokter tuh bisa diajak ngobrol dan informatif. Males banget kalo sampe ketemu dokter yang judes. Jangan sampe mau konsultasi malah jadi kepahitan. Hahaha. Akhirnya kita memutuskan untuk coba ke dr. Robert di Rumah Sakit Sentosa. Telepon dan bikin janji untuk tanggal 2 November pagi, kebagian nomor 17 kalo ga salah.</p>
<div id="attachment_21" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/11-17-2010-7-09-53-PM_0030.jpg"><img class="size-medium wp-image-21 " title="11-17-2010 7-09-53 PM_0030" src="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/11-17-2010-7-09-53-PM_0030-300x231.jpg" alt="" width="240" height="185" /></a><p class="wp-caption-text">USG Transvaginal 2/11</p></div>
<p>Tanggal 2 kita pergi ke Sentosa bawa hasil test lab. Masuk ke ruang praktek, ditanya sedikit trus akhirnya suruh cek &#8220;dalam&#8221; (USG transvaginal). Pengalaman pertama kali ke dokter kandungan bikin saya cakiit peyuuuttt, hehehe. Malah saya yang tegang. Cek dalam di-USG kata dokter kurang bagus. Kantung kehamilannya kurang sempurna, agak kotak, seharusnya bulat. Rawan akan keguguran. Hal ini terjadi karena sperma atau sel telur atau mungkin kedua2nya kurang bagus jadi menghasilkan kantung seperti itu. Dokter hanya menyarankan jangan terlalu capai, dikasih obat penguat kandungan. Dokter bilang kalau Si Embryo bisa survive, dia akan tumbuh dengan sendirinya dan kantungnya akan sempurna tapi kalau tidak, akan luruh sendiri atau tidak akan berkembang sama sekali. Kami disuruh kembali 2 minggu lagi, tgl 16 November. Tapi kalau sampai ada pendarahan harus langsung datang ke rumah sakit. Istri cukup shock mendengar hal ini, tapi saya sendiri aneh&#8230;..ga ada takut apa-apa, rasanya kok seperti damai sejahtera, ga ada yang perlu dikuatirkan. Dalam hati saya percaya yang terbaik yang akan Tuhan kasih. Begitu keluar ruang dokter, istri saya nangis sedih. Kasiaaaaannnn banget. Shock banget dia denger vonis dari dokter seperti itu. Saya berusaha untuk menenangkan istri saya dengan bilang bahwa kita akan cari second opinion, percaya bahwa yang terbaik yang Tuhan kasih. Obat penguat kandungan dibeli. Terus kita mulai cari-cari mau minta pendapat dokter siapa nih.</p>
<div id="attachment_22" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><a href="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/IMG_0587.jpg"><img class="size-medium wp-image-22" title="IMG_0587" src="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/IMG_0587-300x168.jpg" alt="" width="240" height="134" /></a><p class="wp-caption-text">USG Transvaginal 3/11</p></div>
<p>Akhirnya kita memutuskan untuk coba minta saran dari dr. Tono di Hermina. Tgl 3 pergilah kita ke Hermina. Ngantri n akhirnya masuk ke ruang praktek. Tanya ini itu, USG dalam lagi&#8230;..dan hasilnya lho kok beda yah. Kata dr. Tono bagus, ga ada masalah. Bagus perkembangannya. Sampai aneh kita, kok bisa yah hanya dalam 1 hari. Malam sebelumnya memang kita berdoa minta Tuhan berikan yang terbaik untuk calon anak kami. Kami juga minta dukungan doa dari temen2 lain. Yah kami percaya ini adalah hasil karya tangan Tuhan. Mujizat terjadi. Tapi kami memutuskan untuk tetap pakai obat yang dikasih dr. Robert.</p>
<p>Berjalannya waktu sampai tanggal 11 malam kami percaya bahwa semua baik-baik saja. Tapi tiba-tiba setelah melakukan &#8220;aktivitas suami istri tanpa hubungan&#8221; hehehe, kok keluar flek sedikit. Trus pagi flek coklat agak banyak. Istri ketakutan, saya pun agak was was ada apa dengan calon anak kami. Kami sempat mengira bahwa aktivitas yang kami lakukan semalam membuat sesuatu terjadi dengan calon anak kami di dalam. Akhirnya istri saya sms dr, Robert dan disuruh langsung ke Sentosa. Hari itu dr. Robert ada</p>
<div id="attachment_23" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/11-17-2010-7-09-53-PM_0032.jpg"><img class="size-medium wp-image-23 " title="11-17-2010 7-09-53 PM_0032" src="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/11-17-2010-7-09-53-PM_0032-300x230.jpg" alt="" width="240" height="184" /></a><p class="wp-caption-text">USG Transvaginal 12/11</p></div>
<p>persalinan dan operasi, jadi bayangkan menunggu hampir 4 jam di rumah sakit dengan perasaan was was. Akhirnya dokternya beres jam 1 siang, kami diberi nomor 1 yang seharusnya nomor 7 karena darurat, dicek dalam lagi. Dan voillaaaaaa&#8230;&#8230;ternyata dokter bilang jadi bagus nih. Ada perkembangan bagus. Flek bukan masalah apa-apa, itu hanya darah yang disekitar kantung kehamilan keluar turun ke bawah. Ga masalah. Perkembangan kantungnya bagus dan Embryo sudah terlihat. Pujiiiiiiii TUHAN. Akhirnya dua dokter punya pendapat yang sama. Akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan dengan dokter Robert karena alasan lebih nyaman dalam berkomunikasi. Istri saya disuruh test darah. Dan balik lagi tanggal 16 sesuai jadwal 2 minggu yang lalu. Hati bahagia banget, tau bahwa semua baik-baik aja. Tes darah n kemudian tgl 16 kita balik lagi. Tadinya dicoba USG luar, eh ga keliatan, jadi USG dalam lagi. Dan hasilnya</p>
<div id="attachment_24" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><a href="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/11-17-2010-7-09-53-PM_0031.jpg"><img class="size-medium wp-image-24 " title="11-17-2010 7-09-53 PM_0031" src="http://www.kisahkehidupan.com/wp-content/uploads/2010/11/11-17-2010-7-09-53-PM_0031-300x229.jpg" alt="" width="240" height="183" /></a><p class="wp-caption-text">USG Transvaginal 16/11</p></div>
<p>detak jantung anak kami sudah terdengar, cetuk&#8230;.cetuk&#8230;.cetuk&#8230;.cetuk&#8230; Suara awal kehidupan bagaikan suara malaikan surga yang membuat hati damai sejahtera banget. Senang dan bahagia kalau semua baik-baik saja. Dokter juga memberikan ucapan selamat. Inilah yang dicari, detak jantungnya katanya. Nah liat tuh foto USG-nya yang ditengah itu adalah anak kami. Kelihatan seperti orang yang sedang sujud berdoa. Duh seneng banget, saya percaya anak kami akan menjadi anak yang luar biasa. Dari pembentukkannya saja sudah diuji harus bisa survive dengan kondisi yang kurang baik. Akhirnya dia mampu untuk survive dan berkembang dengan sempurna. Saya percaya dia akan menjadi anak yang tangguh, yang tau akan visi dan panggilan hidupnya. Saya percaya dia akan menjadi orang yang dapat memberikan perubahan bagi bangsa Indonesia, akan memberikan pengaruh besar buat negara Indonesia dan akan membawa banyak jiwa-jiwa kepada Tuhan. Amin.</p>
<p>Masih panjang perjalanan dan perjuangan anak kami sebelum dilahirkan, dan saya percaya Tuhan akan selalu menjaga dan turut campur dalam setiap tumbuh kembang di dalam kandungan istri saya sampai dia hadir ke dunia 7,5 bulan ke depan.</p>
<p>My child, this is your daddy and daddy really loves you. Really really loves you. Daddy has a great hope for you as daddy has created this blog with slogan &#8220;Fulfilling the Higher Calling&#8221;. And that is what Daddy wants you to do and become.</p>
<p>&#8220;KETIKA TUHAN MEMINJAMKAN ANAK-ANAK DI HIDUP KITA  DIA HANYA MINTA KITA MENUNJUKKAN JALAN PULANG YANG BENAR&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kisahkehidupan.com/?feed=rss2&#038;p=18</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

